Blog ini tidak khususkan bagi siapa pun. Hanya sebagai sarana untuk masyarakat lebih mengenal tentang dunia seputar Professional audio (sound systems, lighting, akustik, recording, dll).. Dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan pro audio di Indonesia.

Senin, 14 November 2016

Penggunaan Headphone Yang Sesuai Tanpa Menyakiti Telinga

Kita pastinya tahu mendengarkan musik menggunakan headphone terlalu kencang dalam jangka yang lama akan berisiko terhadap kerusakan indera pendengaran. Walaupun memang terkadang mendengar musik kencang-kencang terasa seperti stimulan. Bahkan Dr. Barry Blesser menulis dengan “menaikkan  volume musik, rasanya superit minum double shot whiskey, meningkatkan intensivas rasa dan pengalaman". Seperti obat terlarang tau minuman beralkohol, musik kencang memberikan euphoria. Lalu bagaimana caranya tetap nyaman mendengarkan musik namun menjaga gendang telinga kita awet sampai tua?


Yang pasti caranya bukan ketika orang di sebelah kita juga dapat mendengarkan apa yang kita dengar dari headphone artinya itu terlalu kencang. Dalam artikel sebelumnya—Fenomena  Binaural Loudness Summation Dan Kaitannya Dengan Penggunaan Headphonetelah dijelaskan sedikit mengenai penggunaan adjustable limiter pada perangkat musik portabel. Pembatasan 80 persen dari maximum volume control dan mendengarkan selama 90 menit atau kurang secara kontinue. Dr. Brian Fligor, seorang audiologist dari Boston University, menyarankan aturan 80/90. Artinya 80 persen batas maksimum volume salama 90 menit. Ketika mendengarkan melalui CD player yang terhubung dengan headphone, aturannya berubah menjadi 60/60 karena suara yang dihasilkan dari CD lebih keras. Jadi bukan headphone yang jadi persoalannya namun lebih kepada cara penggunaannya.

Salah satu hasil penelitian Dr. Fligor terungkap juga kalau pada saat mendengarkan melalui earbuds atau over-the-ear headphone banyak orang mendengarkan dengan intensitas volume yang sama. Padahal ketika mendengar melalui headphone yang mencegah terdengarnya background noise seperti pada over-the-ear headphone pastinya keadaan sekitar akan terdengar lebih pelan. Jadi sebaiknya perlu dibedakan intensitas volume musik pada saat mendengarkan menggunakan earbuds dan saat menggunakan over-the-ear headphone.

Banyak hasil penelitian yang menghubungkan kerusakan bahkan kehilangan pendengaran sangat berkaitan dengan disfungsi kognitif. Dan resiko orang menderita Alzheimer yang semakin meningkat ketika seseorang mengalami kehilangan fungsi pendengaran.

Jude Law: Hearing Health Ambassador
Jadi pilihan ditangan kita apakah kenikmatan mendengarkan musik melalui headphone terlalu keras dan dengan intensitas yang terlalu lama sebanding dengan rusaknya fungsi pendengaran kita?

www.suaraproaudio.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar